Liburan ala Raja Salman, Kamu juga Bisa

Agustus 2017 Raja Salman dikabarkan menghabiskan sekitar Rp1,3Triliun untuk berlibur mewah di Maroko. Wah uang sebanyak itu untuk kita orang biasa sepertinya cukup untuk keliling dunia. Tetapi kabar baiknya kita tetap bisa menikmati keindahan Maroko tanpa perlu merogoh kocek begitu dalam seperti Raja Salman karena pasalnya Maroko adalah negara yang cukup murah untuk dikunjungi.

Jadi seperti apa keindahan Maroko? Yuk simak hasil jepretan saya selama di Maroko beberapa waktu lalu dan cerita singkat di balik tiap foto. Pastikan tempat tempat berikut ini masuk dalam bucket list Anda berikutnya. Psst.. banyak tempat instagramable yang bisa membuat teman-teman Anda iri hati! Feel free to share šŸ™‚

NB: all pictures were taken by Christine – IndoTravelDeal

 

  1. Majorelle Garden

Tempat ini merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di Maroko. Terletak di jantung kota Marrakech, tempat ini dirancang dengan begitu indah oleh Jacques Majorelle selama 40 tahun. Disini Anda bisa berjalan menikmati taman yang dipenuhi tanaman eksotis. Ditemani dengan udara bersih dan gemericik air, menjadikan Majorelle Garden tempat wajib dikunjungi apabila Anda ke Maroko. Tiket masuk taman: 70Dhs/orang (-+Rp250.000)

Warna majorelle blueĀ menjadi ciri khas Majorelle Garden

Blue shirt and majorelle blue

Tempat ini sangat populer di kalangan wisatawan asing, jadi jangan kaget apabila Anda datang kesini ternyata penuh sesak dengan manusia. Kalau ingin lebih nyaman dalam menikmati taman indah ini, Anda bisa datang tepat saat jam buka. Dengan begitu Anda bisa sedikit mendapat keleluasaan berfoto tanpa harus berebut tempat dengan pengunjung lain. Terlambat 30menit saja, tempat ini sudah mulai ramai pengunjung.

 

 

 

2. Royal Granary/Water Palace/Dar El Ma, Meknes

Seperti namanya, tempat ini sebelumnya digunakan untuk kandang kuda milik Moulay Ismail. Bisa dikatakan, Moulay Ismail tergila-gila kepada kuda-kudanya. Masing-masing kuda dulunya memiliki budak untuk memastikan bahwa setiap kebutuhan kudanya terpenuhi.

Dar El Ma: Kandang kuda Moulay Ismail

Saat ini, yang tersisa hanyalah reruntuhannya saja. Karena pada abad ke-18, bangunan ini rusak karena gempa bumi.

Pintu utama Royal Granary

3. Koutobia Mosque

Masjid Koutoubia terletak di Djemaa el Fna Square, merupakanĀ landmarkĀ dan juga masjid terbesar di Marrakech, Maroko. Masjid ini memiliki karakter bangunan yang sederhana namun anggun. Masjid Koutoubia merupakan salah satu masjid terbesar di dunia dan disebut sebagai masjid paling simetris di dunia. Bagi non-muslim, Anda dapat mengagumi masjid indah ini dari sisi luar saja.

Koutoubia Mosque: Masjid terbesar di Marrakech

 

4. Djemaa El Fna Square

Ini dia tempat yang paling ramai dikunjungi di Marrakech, apalagi kalau bukan Djemaa El Fna Square. Tempat ini sangat ramai dikunjungi baik oleh warga lokal ataupun wisatawan. Saat Anda mengunjungi tempat ini malam hari, Anda dapat merasakan kehidupan warga Maroko yang sebenarnya; mulai dari beragam jenis makanan hingga hiburan rakyat. Kalau di Indonesia biasa kita menyebutnya dengan pasar malam. Untuk tempat makan, warung-warung disini dinamai dengan angka, seperti: 117, 104, dll. Makanan yang ditawarkanpun sangat beragam, mulai dari seafood hingga cous-cous, semuanya ada di Djemaa El Fna.

Djemaa El Fna Square ramai dikunjungi saat malam hari

 

Djemaa El Fna siang hari

 

Buat yang hobi shopping, Djemaa El Fna di siang hari menawarkan banyak sekali produk khas Maroko yang apabila dijual di tempat lain harganya sangat tinggi. Misalnya saja Argan Oil dan Argan soap yang dapat membuat kulit jadi semulus putri keraton. Argan oil merupakan hasil ekstraksi dari pohon argan yang notabene merupakan pohon endemik Moroko. Jadi maklum saja apabila kita lihat di mall-mall di Jakarta, produk kecantikan yang mengandung minyak argan harganya cukup tinggi. Tetapi jangan khawatir, di Djemaa El Fna Anda dapat memperoleh produk-produk tersebut dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi pastikan Anda memborong produk-produk tersebut.

Belanja di Djemaa El Fna di siang hari, wajib menawar

Setelah berkeliling berjam-jam mencari minyak argan, akhirnya saya menemukan bahwa toko yang satu ini menawarkan harga yang termurah dibandingkan dengan toko-toko sebelahnya. Biasanya toko-toko yang penjualnya lancar ber cas-cis-cus dalam bahasa inggris, harga jual barangnya juga rata-rata lebih tinggi. Pastikan Anda menawar dan membandingkan harga sebelum memutuskan untuk membeli karena barang yang sama persis harganya bisa berbeda 2-3x lipat. Plus, sediakan waktu dan uang tunai yang cukup karena pasar di Maroko sangat luas dan barang yang ditawarkan sangat beragam.

Ragam produk yang ditawarkan di Djemaa El Fna

Sewaktu saya berjalan mengelilingi tempat ini, saya terus menerus bertanya “What is this?” “What is that” karena bingung melihat barang-barang yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya. Seperti pada foto saya di atas, produk seperti batu berkilau yang diletakkan di atas kursi biru di sebelah kiri foto ternyata adalah maskara! Iya, maskara. Bisa bayangkan bagaimana cara pakainya? Produk seperti petis yang diletakkan di dalam ember plastik warna hijau di sebelah kanan foto, bisa menebak produk apa? Saya sih dengan penuh keyakinan berkata dengan lantang bahwa itu cat rambut, tapi walau penampakannya seperti petis ternyata produk itu adalah sabun. Produk Maroko memang unik, dan Djemaa El Fna menyediakan semuanya untuk Anda. Jadi kalau ke Maroko tapi belum pernah ke Djemaa El Fna rasanya belum lengkap.

Rempah rempah

Produk kerajinan

5. Ait Benhaddou

Ait Benhaddou merupakan UNESCO World Heritage. Tempat ini merupakan tempat wajib kunjung apabila Anda ke Maroko. Tidak hanya disukai wisatawan, tetapi Ait Benhaddou juga merupakan favorit sutradara film Hollywood. Film terakhir yang diambil gambarnya di lokasi ini adalah film Prince of Persia.

Kasbah Ait Benhaddou dibangun sekitar abad ke-17

Ait Benhaddou merupakan kasbah yang sudah ditinggalkan (kasbah: rumah penduduk Suku Berber, suku asli Afrika Utara). Tempat ini merupakan keajaiban arsitektur karena keseluruhan bangunan ini dibuat dari tanah liat.

Pemandangan dari Ait Benhaddou

6. Telouet Kasbah

Apabila Anda berniat ke Ait Benhaddou, Anda akan melewati tempat ini di perjalanan. Tempat ini sering terlewatkan oleh banyak orang karena kebanyakan orang akan langsung menuju ke Ait Benhaddou. Tetapi menurut saya, ada baiknya Anda menyempatkan diri mengunjungi reruntuhan indah ini.

Telouet Kasbah dari kejauhan

Tampak seperti istana yang ditinggalkan, Telouet Kasbah dulunya merupakan tempat tinggal bagi keluarga kaya, Glaoui Family. Saat masuk ke bagian dalam kasbah, Anda akan melihat detail bangunan yang dibuat dengan sangat apik dan Anda dapat membayangkan betapa banyak uang yang digunakan untuk membangun tempat ini.

Sisa bangunan Telouet Kasbah

Disini, Anda dapat menyewa local guide yang biasanya akan menyapa Anda begitu Anda tiba di parkiran kasbah. Saya pribadi menyarankan Anda menyewa guide untuk menjelaskan sejarah dan ruang-ruang yang ada di dalam kasbah. Biayanya? Jangan khawatir, tarif yang mereka pasang cukup murah. Apabila merasa puas dengan penjelasan yang diberikan, sebaiknya Anda memberikan tips seikhlasnya sebagai wujud ucapan terima kasih.

Local guide kami selama di Telouet (kedua dari kiri)

 

Bagian belakang kasbah

 

7. Moulay Idriss, Fez

Pemandangan yang dapat Anda lihat disini sungguh tak akan terlupakan. Kami mengunjungi tempat ini saat menjelang sunset. Anda harus sedikit berjalan kaki untuk dapat melihat pemandangan ini, namun semuanyaĀ worth it. Sepanjang jalan Anda akan bertemu dengan keledai (keledai: taxi bagi suku Berber) yang sedang mengangkut berbagai barang. Kalau ada keledai berarti di sepanjang jalan Anda juga akan menemui kotorannya, jadiĀ please watch your step :p

Pemandangan dari atas bukit

 

Berjalan kaki menuju Moulay Idriss view

Jadi tertarik untuk berkunjung ke Maroko? Eits, tetapi jangan terlena hanya dengan tempat wisatanya saja. Menurut saya traveling itu bukan sekedar mengunjungi tempat wisata, tetapi juga menikmati keseluruhan perjalanannya, mulai dari mencicip makanan lokal, mengenal penduduk setempat, bermalam di hotel berkarakter, mempelajari sejarah dan budaya setempat, dan tentunya kalau buat saya mengambil gambar apa saja yang menarik. Barangkali Anda memiliki hal lain yang dicari selama berlibur? Please leave your comments below.

 

Walking around Medina

Jalanan di Medina (old city center), sempit dan artistik

Sampai di Maroko rasanya kurang afdol kalau belum berjalan mengelilingi Medina. Jalanan di Medina cenderung sempit, penuh, dan agak kotor bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, sisi artistik dan perasaan seperti kembali ke jaman abad pertengahan tidak bisa terlupakan. Sesekali, saya mampir ke depot-depot kecil yang menjajakan makanan. Saking kecilnya tempat yang digunakan untuk berjualan, banyak orang menyebutnya denganĀ hole in the wall karena memang lokasinya hanya seperti lubang-lubang tembok saja.

 

Mencicip Makanan Lokal

Tajine

Salah satu makanan wajib coba saat Anda berada di Maroko: Tajine. Anda bisa menemukan Tajine hampir dimana saja dan kapan saja. Tajine merupakan masakan khas Maroko yang dimasak menggunakan wadah tanah liat dengan tutup kerucut yang khas. Tajine memiliki ragam jenis, ada yang menggunakan bahan daging, sayur, dan bahkan almond.

Memasak Tajine di La Familie Reaturant

Selain tajine, Anda juga wajib mencoba Brochette alias sate ala Maroko. Kebanyakan brochette menggunakan daging kambing sebagai bahan utama, namun ada pula yang menggunakan daging sapi ataupun ayam.

 

@Amal Women’s Training Center and Morrocan Restaurant

Selama di Maroko, kami menyempatkan diri untuk mampir dan mencicip makanan di Amal Women’s Training Center and Morrocan Restaurant. Tempat ini merupakan tempat pelatihan bagi wanita Maroko yang kurang beruntung. Disini para wanita dilatih agar dapat bekerja di bidang F&B. Hasil penjualan makanan di restoran ini sepenuhnya digunakan untuk mendanai pelatihan.

Rasa masakan di tempat ini lezat tetapi beberapa menu sudah bercampur dengan rasa masakan barat alias fushion. Tempat ini sangat bersih dan nyaman untuk bersantai.Ā Jadi disini Anda bisa berlibur, menikmati makanan lezat, bersantai, dan sekaligus beramal.Ā Please note, restoran ini sangat ramai di jam makan siang, ada baiknya apabila melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi.

Selain makan di restoran, setiap kali saya berkunjung ke negara manapun, saya selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi supermarket atau minimarket. Saya senang mencoba berbagai macam makanan dan minuman dalam kemasan buatan lokal dan juga mencicip buah-buahan khas daerah setempat. Kali ini, saya mencoba Lay’s yang hanya ada di Maroko: Lay’s with Chili and Lemon Flavor.

Lay’s with Chili and Lemon Flavor

Untuk minuman, saya sempat mencicip Flag Speciale: bir buatan Maroko. Sore hari diĀ roof topĀ hotel, diterpa angin sepoi-sepoi, ditemani pemandangan kota Marrakech sambil menikmati Flag Speciale. Nikmat!

Morrocan Beer: Flag Speciale

 

Menikmati Perjalanan dengan Mobil

Ketika Anda berkunjung ke Maroko, Anda punya pilihan untuk menggunakan transportasi umum atau menyewa mobil pribadi. Transportasi umum bisa dikatakan lebih murah dan tidak terlalu melelahkan tetapi berarti harus berkompromi dengan jadwal keberangkatan. Sedangkan menyewa mobil berarti Anda harus siap lelah menyetir dan menyiapkan kocek untuk mengisi bensin, plus wajib memiliki SIM internasional. Tetapi sebagai bonusnya, Anda bisa menikmati indahnya pemandangan alam Maroko yang bisa membuat Anda berdecak kagum. Foto di bawah ini merupakan hasil perjuangan saya memotret dari kursi penumpang sementara mobil melaju kencang. Please enjoy and please share šŸ™‚

Jalanan berliku

 

Pemandangan kota Fes

 

Pepohonan di Padang Pasir

 

Penunjuk lokasi restoran

 

Hotel Lokal yang Unik

Bagi saya, hotel bukan sekedar tempat untuk beristirahat saja, tetapi saya juga menikmati interior design dari hotel yang saya tinggali. Saya senang mengagumi detail interior, pelayanan, dan makanan yang disajikan di hotel. Kali ini di Maroko, saya memilih untuk menginap di Riad alias hotel lokal bernuansa Maroko. Keduanya dikelola dengan profesional, penuh keramahan, dan interiornya sangat detail dan indah.

Kamar mandi Riad le Desir

Kamar tidur Riad le Desir

Moroccan Tea. Warm welcome by Riad le Desir

Salah satu sudut interior Riad le Desir

Interior Riad Kettani

Riad le Desir, dikelola oleh Warga Perancis

Jadi, kapan kita jalan-jalan ke Maroko? šŸ™‚ Cek terus indotraveldeal.com untuk info tiket murah ke Maroko.

You may also like...

2 Responses

  1. Niela says:

    Kapan tiket murah ke maroko tanggal dari jakarta 12 april 2018 dan pulang dari madrid ke jakarta tanggal 24 april 2018

    • Dwi says:

      Saya biasa dpt tiket murah krn tgl travel saya flexible mbak. Kalau tglnya fixed banget gt agak susah. Yg jls scr umum tiket k maroko lbh murah jauh kalau dr KUL & pakai SV (Saudia Airline). Kalau sy sih sebisa mungkin menghindari SV krn pengalaman pribadi yg sangat buruk disana. Pakai SV KUL-CMN PP paling 4jt an aj kalau low season.

      Unt tiket baliknya biasa lbh murah dr BCN, apalagi BCN-SIN kan ada Norwegian, jadi sering murah.

Questions? Comments? Put 'em here!

error: To quote content, please contact site administrator.
%d bloggers like this: