Live Update! 16Days Greece – Italy Trip (Part 1)

Sudah diketahui oleh banyak orang bahwa Yunani merupakan negara yang memiliki sejarah yang begitu mengagumkan. Bahkan semua orang mengetahui bahwa orang Yunani kuno lah yang menciptakan demokrasi pada mulanya.

Nah, kali ini kita dari Indo Travel Deal mau berbagi cerita jalan-jalan kita di Yunani. By the way, waktu tulisan ini di-post, kita masih di Yunani lohh! Begini kisah perjalanan kita sejauh ini:

 

22 November 2017

Kita berangkat dari Jogja ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK349 pada pukul 17.20 WIB. Kemudian tiba di Kuala Lumpur pada sekitar pukul 21.00 waktu KL dan menunggu beberapa jam untuk penerbangan selanjutnya.

Nah, sewaktu di dalam pesawat, kita kebetulan mendapat view sunset yang bagus banget dari jendela.

23 November 2017

Hari ini, kita berangkat dari Kuala Lumpur ke Doha pada pukul 02.00 dini hari dengan menggunakan Qatar Airways QR853.

Tiketnya sudah dibeli jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, tepatnya pada Januari 2017 sewaktu Qatar Airways mengadakan promo, sehingga harga yang didapat cukup murah.

Penerbangan ke Doha cukup jauh, sekitar 8jam didalam pesawat. Namun sayangnya, walaupun Qatar Airways memiliki reputasi yang sangat bagus, ternyata kursinya termasuk sempit. Bahkan bila dibandingkan dengan Garuda Indonesia, kursi milik Garuda terasa lebih luas. Makanan yang disajikanpun terasa kurang enak, bahkan menu telurnya berasa sedikit amis.

Pada hari yang sama, tiba di Doha jam 04.45 pagi waktu Doha dan transit 2,5jam di Doha. Lalu lanjut penerbangan ke Athena dengan penerbangan QR203 dan tiba di bandara Athena pada pukul 11.25 waktu setempat.

Saat ini, waktu di Indonesia sudah menunjukkan jam 16.25 WIB alias kita sudah menghabiskan waktu hampir 24 jam untuk perjalanan ke Athena. Namun, perjalanan hari ini belum selesai.

Kita transit di bandara Athena selama kurang lebih 4 jam dan melanjutkan penerbangan ke Santorini dengan Olympic Air OA358 pada pukul 16.00 dan tiba di Santorini pada 16.45 sore dan mengambil kunci mobil rental yang disew melalui Sixt Car Rental.

Karena sudah lelah dengan perjalanan, hari ini kita cuma dinner aja dan istirahat di Evgenia Villas & Suites.

Untuk foto hotel-hotel yang kita pakai masih di memory card kamera.. hehe.. Jadi untuk informasi lengkap tentang hotel-hotelnya, tunggu post kita selanjutnya ya! šŸ˜šŸ˜

Nah, kita dinnernya di Naoussa Restaurant yang tentunya sangat recommended untuk dicoba. Harga makanan per porsinya berkisar di angka ā‚¬10-20, kecuali kalau ingin pesan seafood tentu akan lebih mahal. Menu favorit kita di resoran ini adalah Moussaka, jadi kalau kesini mungkin bisa dicoba. Saking enaknya, kita sampai lupa untuk mengambil fotonya.. hehe..

Sedangkan untuk urusan SIM card, sewaktu landing di Athena kita berusaha untuk cari di bandara, tp tidak bisa ketemu. Sudah berusaha untuk tanya beberapa petugas, tapi sewaktu mendatangi kios yang dituju, jawabannya mereka tidak menjual SIM card. Akhirnya, kami menunggu untuk tiba di Santorini untuk membeli SIM card di sebuah mini market yang sekedar kami temukan dijalan. Kita langsung beli saja tanpa bertanya soal provider karena hanya tersisa 1buah saja, namun yang kita pakai adalah Tazza Mobile. Kartunya diberikan secara gratis, tapi untuk memakainya kita harus membeli pulsa ā‚¬10. Waktu itu, penjaga mini market cukup berbaik hati untuk membantu menjelaskan langkah-langkah untuk mengisikan pulsa tersebut dan ternyata cukup mudah. Nah, sewaktu isi pulsa, dari ā‚¬10 yang kita beli akan dipotong pajak 12% sehingga yg didapat hanya ā‚¬8,8 dan bisa dipakai untuk membeli 5GB data + 500MB bonus.

Kualitas providernya pun lebih dari cukup untuk kebutuhan travel kita. Memang untuk benerapa area yang sangat jauh dari kota, sinyal internet akan menjadi lemah atau hilang tapi masih bisa dimaklumi.

 

Dan untuk mobil, kita menyewa secara online dari Sixt seharga ā‚¬20 per hari excluding tax untuk mobil sekelas VW Golf. Nah tapi ternyata sewaktu pengambilan mobil di Santorini, kita salah mencantumkan lokasi pengambilan mobil. Yang seharusnya di Santorini Airport, justru dituliskan Crete Airport. Akhirnya, kita harus menyewa mobil lagi ditempat dan membatalkan pesanan awal. Biasanya, harga untuk sewa langsung akan lebih mahal bila dibandingkan dengan online, namun harga mobil kita langsung di-match dengan apa yang kita bayarkan online yaitu ā‚¬20 per hari excluding tax untuk sebuah VW Polo.

Untuk masalah parkir, hampir semua parkir di Yunani itu gratis. Sejauh ini kita belum pernah membayar parkir sedikitpun. Menemukan spot parkir di Santorini juga sangat mudah, navigasipun mudah. Yang agak mahal adalah harga bensin, untuk yang paling murah ‘Unleaded 95’ kita perlu membayar sekitar ā‚¬1,5 – ā‚¬1,6 per liternya.

 

24 November 2017

Hari ini kita pergi keliling pulau Santorini, ada banyak tempat yg dikunjungi.

Pertama, kita pergi ke Santorini lighthouse yang ada di ujung bawah pulau. Tempat ini sangat bagus untuk mengambil foto kaldera Santorini, seperti foto-foto yang kita ambil ini:

Tujuan kedua adalah Red Beach, pantai yang berpasir merah. Sebetulnya pantai ini tidak terlalu indah, tapi warna merahnya yang didapat dari batuan sekitar memang cukup unik.

Kemudian, kita mengunjungi peninggalan kota prasejarah “Akrotiri”. Untuk memasuki tempat ini, akan ditarik biaya yang cukup murah, yaitu ā‚¬6 per orang. Bagi yang menyukai sejarah, kalian bisa menghabiskan waktu yang cukup lama ditempat ini untuk mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat Akrotiri. Tempat ini juga menyediakan guided tour, namun kita tidak mengikutinya, sehingga tidak bisa memberikan informasi terperinci tentang guided tour yang disediakan.

Setelah dari Akrotiri, kita menuju ke Pyrgos. Pyrgos ini merupakan daerah yang berada diatas bukit sehingga kita bisa melihat beberapa daerah lain di Santorini. Disini kita juga bisa melihat beberapa gereja yang memiliki atap warna biru khas Santorini.

Selanjutnya, kita mengunjungi Oia (dibaca ia, seperti pada kata “dia”). Area ini bisa dikatakan sebagai tempat yang paling indah di Santorini, paling bisa dipakai foto-foto. Namun sayangnya atap bangunan disini sudah jarang yang berwarna biru karena warna biru membutuhkan biaya perawatan yang lebih. Dan kita semua tahu bahwa Yunani sedang dilanda krisis ekonomi berkepanjangan, sehingga warga sekitar memilih untuk mengecat rumah mereka dengan warna putih untuk menghemat biaya.

Tujuan terakhir pada hari ini adalah Imerovigli. Dan kemudian kita makan malam di Yogi Gyro yang terletak di area Fira. Menu yang ditawarkan khas Yunani, hargapun sangat murah. Sebuah gyro yang cukup untuk makan satu orang bisa dibeli dengan harga kurang dari ā‚¬3.

Semua tempat yang kita datangi di Santorini cukup sepi karena memang dalam keadaan musim dingin. Untuk memasuki tempat seperti Akrotiri pun tidak ada antrian sama sekali.

 

Bagi yang sudah baca sampai sini, ceritanya lanjut lagi besok ya!

Kalau ga mau ketinggalan travel deals, reviews, dan tips travel lainnya, jangan lupa follow Indo Travel Deal di Facebook dan @indotraveldeal di Instagram ya!

You may also like...

1 Response

  1. November 29, 2017

    […] Sebelum masuk ke cerita selanjutnya, ada beberapa informasi yang ketinggalan nih soal post yang kemarin. […]

Questions? Comments? Put 'em here!

error: To quote content, please contact site administrator.
%d bloggers like this: