Live Update! 16Days Greece – Italy Trip (Part 3)

Kalau yang 2 post kemarin tentang perjalanan kita di Yunani, sekarang sudah waktunya untuk pindah ke Itali!

Sebelum masuk ke cerita, kita mau kasih peringatan aja nih buat yang berencana untuk liburan ke Itali. Di negara ini, BANYAK SEKALI PENCURI, terutama di daerah yang banyak didatangi turis! Mereka bertebaran bagaikan nyamuk di musim kemarau! Dan banyak diantara mereka yang sangat nekad dan lihai dalam melakukan aksinya! Jadi, harap berhati-hati dan terus waspada saat berada di Itali. Bila berjalan-jalan membawa backpack, bawalah gembok untuk mengunci backpack anda. Atau kenakan backpack itu dibagian depan badan. Jangan menaruh dompet atau hape didalam kantong yang mudah dirogoh, kenakan celana yang cukup ketat agar barang dikantong tidak mudah diambil. Bila perlu simpan barang-barang berharga didalam fanny pack yang bisa disembunyikan dalam pakaian yang anda kenakan.

Selain pencuri, banyak juga penipu yang berkeliaran. Biasanya seorang dari mereka akan memberikan satu barang secara gratis, jika anda menerimanya seorang lagi akan mendatangi anda menawarkan hal yang sama, namun kali ini anda akan ditodong dengan tuntutan uang yang cukup besar. Atau bisa saja mereka langsung menodong anda pada pemberian barang yang pertama. Para penipu inipun sangat ulet dalam aksinya, anda harus berani menolak dengan tegas dan segera menjauh!! Bila mereka menarik tangan anda atau menyelipkan barang mereka di pakaian anda, segera kembalikan atau buang barang itu!

Kalau sudah baca dan paham peringatan diatas, sekarang kita lanjutin ceritanya 😁😁

 

27 November 2017

Pada pagi hari ini, kita meninggalkan hotel dan langsung menuju ke bandara Athena pada sekitar pukul 06.00 pagi. Kita terbang ke kota Milan dengan menggunakan Aegean Air A3660 pada pukul 08.20. Walaupun masih dalam area Schengen dan tidak perlu lewat imigrasi, penerbangan antar negara diperlakukan seperti penerbangan internasional, akibatnya ini akan sedikit mempengaruhi waktu check-in dan boarding pesawat.

Bandara Athena di pagi hari sangat ramai, dan antrian untuk baggage drop cukup panjang, jadi kita sarankan untuk datang agak awal agar tidak bingung ketinggalan pesawat.

Setelah penerbangan sekitar 2,5 jam kita tiba di bandara Malpensa, Milan pada pukul 10.00 waktu setempat. Yang agak beda, kali ini tidak ada sewa-menyewa mobil. Hal ini dikarenakan hukum di Itali yang menyatakan bahwa kita memerlukan ijin dari kepolisian setempat untuk dapat mengemudi dibagian dalam kota-kota di Itali seperti Milan, Florence, Roma, dll. Sehingga kita meminta pihak hotel untuk menjemput di bandara dengan biaya €115. Oh ya, di Milan kita menginap di hotel Double Tree by Hilton yang terletak cukup jauh dari pusat kota.

Bagi yang tidak mau membayar ke hotel untuk penjemputan, bisa juga naik kendaraan umum ke kota dengan waktu tempuh sekitar 1jam. Untuk tiket kendaraan umum sendiri, bisa dibeli di minimarket ataupun di mesin-mesin penjual tiket yang biasa terletak di stasiun kereta dengan harga €1,5 untuk one-way ticket dan €4,5 untuk 24jam. Bisa juga membeli tiket 48jam atau lebih bila berada dikota Milan untuk waktu yang agak lama. Transportasi umum di Milan cukup ekstensif, sehingga tidak perlu kuatir mengenai transportasi dalam kota.

Apabila perlu menggunakan kereta metro di Milan, jalur-jalurnya juga mudah dimengerti. Tiap jalurnya ditandai dengan warna yang terlihat jelas sehingga kita tidak mungkin salah jalur. Misal, bila kita perlu menaiki kereta jalur merah, semua hal yang ada disekitarnya akan berwarna merah. Mulai dari warna kereta, warna platform, peta, dll. Demikian juga untuk jalur-jalur lain seperti jalur kuning, jalur hijau, dll.

Nama stasiun kereta

Salah satu kereta di Milan

Setelah check-in di hotel, kitapun segera bergegas menuju arah kota dengan menggunakan tram selama kurang lebih 40menit. Tujuan pertamanya adalah Milan Cathedral yang kadang disebut juga sebagai Duomo di Milano.

Milan Cathedral dari depan

Untuk memasuki katedral ini, kita harus membeli tiket yang dijual di museum yang berada disebelahnya. Sewaktu kita disana sih sama sekali tidak ada antrian. Tiket masuknya sendiri dihargai €3, atau bisa juga membayar €12 untuk paket yang berisi tiket masuk katedral, tiket naik ke atap, situs arkeologi, dan museum. Atau €16 untuk paket yang sama, namun kita bisa naik ke atap dengan menggunakan lift.

Salah satu sudut teras Milan Cathedral

Bagian dalam Milan Cathedral

 

Bagian dalam Milan Cathedral

Didepan Milan Cathedral kita harus berhati-hati juga dengan para penipu. Ada 2 jenis penipu yang paling banyak disini:

1. Pemberi makan burung.

Anda akan didatangi seorang yang memberikan makanan burung secara ‘gratis’ agar anda dapat berfoto dengan burung-burung yang bertebarang di sekitar katedral. Namun setelah anda menerima makanan burung tersebut, anda akan dimintai sejumlah uang. Biasanya mereka akan pergi setelah mendapat €0.5 – €1.

2. Fotografer

Anda akan didatangi seorang fotografer yang mengatakan bahwa dia akan memotret anda dan mencetak fotonya secara langsung dengan harga kurang lebih €3. Namun, harga ini ternyata adalah harga per foto!! Kalau memang memerlukan jasa fotografer, anda bisa memberikan memory card anda ke fotografer ini untuk digunakan dikameranya dan bilang bahwa anda tidak ingin mencetak fotonya. Maka tarif yang diminta akan berkurang menjadi setengah dan masih bisa ditawar sedikit lagi.

Setelah dari Milan Cathedral, tujuan berikutnya yaitu gedung yang berada tepat disebelah katedral ini, Galleria Vittorio Emanuelle. Disini terdapat deretan toko-toko barang mewah seperti Louis Vuitton, Versace, Gucci, dll. Atau bisa juga kesini hanya untuk sekedar berfoto ria seperti kita kemarin.. 😁

Lorong Galleria Vittorio Emanuelle

Untuk makan malam, kita memilih sebuah restoran yang berada didekat Milan Cathedral. Untuk nama restorannya maaf ya, tidak ada yang ingat 😁, tapi restoran ini terletak tepat diseberang McDonald’s yang berjarak kira-kira 100m di utara Milan Cathedral. Walaupun dekat dengan hotspot turis, rumah makan ini sendiri masih penuh dengan warga lokal. Dan dari menu yang kita coba, yang wajib dipesan adalah risotto, bisa pesan risotto yang mana saja, semuanya enak. Sedangkan favorit kita sendiri adalah yang satu ini:

Our favourite risotto

Untuk hari ini, perjalanan kita akhiri disini. Setelah makan malam, kamipun segera kembali ke hotel untuk beristirahat.

Ah~ hampir ketinggalan lagi. Cuaca di kota Milan sendiri agak lebih dingin dari Athena. Jika suhu udara di Athena masih dikisaran belasan derajat celcius, hal ini sudah tidak terjadi lagi di Milan dimana suhu udara terus berada dibawah 10C.

 

28 November 2017

Setelah beristirahat lelap semalam, kita langsung check-out dari hotel dan menuju ke stasiun kereta Milano Centrale. Bukan untuk naik kereta ya, tapi cuma untuk menitipkan koper.

Untuk menitipkan koper, biaya yang perlu dibayarkan adalah €6 per tas untuk 5jam pertama dan setelah itu akan dihitung €1 perjam berikutnya. Untuk mencari “deposito bagagli” ini bisa sedikit membingungkan karena penunjuk jalan yang agak terbatas, tapi dengan sedikit waktu hal ini dapat teratasi dengan mudah. Selain di stasiun, bisa juga menitipkan tas di “Stow Your Bags” yang terletak sekitar 100m dari stasiun Milano Centrale. Bedanya, kalau di Stow Your Bags, kita hanya akan menemui loker-loker untuk melakukan pembayaran dan penyimpanan tas.

Loker-loker ‘Stow Your Bags’

Nah, di stasiun ini juga kita kemarin membeli SIM card Itali karena kebetulan ada konter milik TIM, salah satu provider yang beroperasi disini. Pilihan yang ditawarkan termasuk murah, dengan membayarkan €20, yang didapat adalah 10GB data dan 600menit waktu telefon.

SIM Card TIM

Sforzesco Castle adalah tujuan pertama hari ini. Untuk memasuki area ini kita tidak akan dipungut biaya apapun, namun bila ingin masuk kedalam museumnya, akan ada biaya ekstra.

Nah, didepan Sforzesco Castle ini juga banyak bertebaran para penipu yang siap untuk memeras uang anda. Ingat! Anda harus berani mengatakan tidak dan segera menghindar! Pintu masuk kastil ini dijaga oleh militer Itali, dan dari apa yang kami amati, para pencuri yang berkeliaran tidak berani mendekati pintu masuk. Sehingga bisa menjadi titik aman bila diperlukan.

Pintu masuk Sforzesco Castle

Dibelakang kastil ini terdapat taman yang sangat luas dan terhubung dengan monumen lain yaitu Arco Della Pace. Untuk menghindari para penjahat didepan sebenarnya kita bisa masuk-keluar lewat titik ini karena memang lebih sepi.

 

Arco Della Pace

Karena sudah lapar, kami memilih untuk makan siang di sekitar Arco Della Pace, tepatnya di La Posteria di Nonna Papera. Menu-menu di restoran ini semuanya cukup enak, walaupun tidak ada yang sangat menonjol. Namun tempat ini memang memiliki lokasi yang sangat strategis, sehingga kalau sampai kelaparan seperti kita kemarin bisa mampir ke tempat ini juga 😁

La Posteria di Nonna Papera

Kamipun melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat menikmati dessert. Setelah mencari-cari akhirnya kita menemukan sebuah tempat yang cukup terkenal bernama Pasticceria Cova. Pasticceria Cova ini sendiri terletak di lokasi high-end shopping sehingga harganya juga cukup tinggi. Misalnya seporsi Coppa Cova dijual dengan harga €12 dan seporsi Tiramisu dihargai €10. Tapi rasa yang didapatpun memang sangat enak dan patut dicoba.

Tiramisu di Pasticceria Cova

Terakhir, kita kembali menuju stasiun Milano Centrale untui menuju Venice dengan menggunakan Trenitalia Frecciarosa 9751 pada pukul 18.15 dan tiba di Venice pada pukul 20.40 malam

Agar tidak kehabisan tiket, dan mendapat harga yang lebih murah, disarankan supaya membeli tiket kereta secara online sebelum berangkat ke Itali melalui website TrenitaliaΒ atau GoEuro secara langsung.

Setibanya di Venice kita langsung menuju ke hotel kita yaitu LaGare Hotel MGallery by Sofitel. Untuk mencapai hotel ini, kita harus menaiki ‘vaporetto’ atau ‘water bus’ dari stasiun kereta selama kurang lebih 40menit. Public transportation di Venice sendiri termasuk sangat mahal. Untuk tiket sekali jalan, kita harus membayar €7,5 per orang. Sedangkan tiket 1day pass dihargai €20 per orang. Tiketnya bisa dibeli melalui kios-kios penjual tiket maupun mesin self-service yang bisa ditemukan pada titik-titik tertentu. Namun bila memang terpaksa tidak bisa membeli tiket, kita tinggal memberitahu pekerja pada vaporetto yang kita naiki bahwa kita tidak memiliki tiket. Maka, mereka akan memberi kita tiket dengan harga normal. Kalau sampai ketahuan tidak punya tiket, denda yang harus dibayar adalah sebesar €60.

Kios penjual tiket public transport

 

Ceritanya cukup sampai disini dulu ya! Tunggu post selanjutnya untuk cerita perjalanan kita di Venice! 😁

Kalau ga mau ketinggalan travel deals, reviews & tips travel lainnya, jangan lupa follow Indo Travel Deal di Facebook & Twitter, dan @indotraveldeal di Instagram! 😁

You may also like...

Questions? Comments? Put 'em here!

error: To quote content, please contact site administrator.
%d bloggers like this: