Live Update! 16Days Greece – Italy Trip (Part 4)

Sebelum masuk ke cerita, kita mau kasih peringatan aja nih buat yang berencana untuk liburan ke Itali. Di negara ini, BANYAK SEKALI PENCURI, terutama di daerah yang banyak didatangi turis! Mereka bertebaran bagaikan nyamuk di musim kemarau! Dan banyak diantara mereka yang sangat nekad dan lihai dalam melakukan aksinya! Jadi, harap berhati-hati dan terus waspada saat berada di Itali. Bila berjalan-jalan membawa backpack, bawalah gembok untuk mengunci backpack anda. Atau kenakan backpack itu dibagian depan badan. Jangan menaruh dompet atau hape didalam kantong yang mudah dirogoh, kenakan celana yang cukup ketat agar barang dikantong tidak mudah diambil. Bila perlu simpan barang-barang berharga didalam fanny pack yang bisa disembunyikan dalam pakaian yang anda kenakan.

Selain pencuri, banyak juga penipu yang berkeliaran. Biasanya seorang dari mereka akan memberikan satu barang secara gratis, jika anda menerimanya seorang lagi akan mendatangi anda menawarkan hal yang sama, namun kali ini anda akan ditodong dengan tuntutan uang yang cukup besar. Atau bisa saja mereka langsung menodong anda pada pemberian barang yang pertama. Para penipu inipun sangat ulet dalam aksinya, anda harus berani menolak dengan tegas dan segera menjauh!! Bila mereka menarik tangan anda atau menyelipkan barang mereka di pakaian anda, segera kembalikan atau buang barang itu!

Sekarang lanjut ke cerita ya 😁

29 November 2017

Karena lokasi hotel yang cukup jauh dari kota,Β  complimentary shuttle service memang disediakan oleh LaGare Hotel setiap pagi dan sore untuk para tamu yang ingin jalan-jalan. Namun, karena ukuran kapal yang relatif kecil, sangat disarankan untuk memesan tempat terlebih dahulu pada hari sebelumnya. Kita bahkan bisa memesan tempat untuk beberapa hari ke depan supaya tidak kehabisan tempat.

Nah, hari ini diawali dengan mengunjungi Basilica di Santi Giovani e Paolo yang berada dekat dengan dermaga dimana kita berlabuh. Gereja ini memang tidak terkenal di kalangan turis, sehingga sangat cocok bagi pengunjung yang ingin melihat sisi Venice yang sedikit berbeda dari biasanya. Untuk masuk ke dalam, akan ada biaya tiket sebesar €3 per orang, relatif murah bila dibandingkan dengan harga tiket masuk lainnya.

Setelah merasa cukup melihat-lihat bagian dalam gereja ini, kita langsung berjalan menuju Saint Mark’s Basilica – gereja paling terkenal di Venice, dan tentunya dikeremuni oleh sejumlah besar pengunjung.

Omong-omong bagi yang mau masuk ke gereja ini tidak akan dipungut biaya apapun. Tapi, ada juga bagian-bagian tertentu yang ditutup dan kita harus membayar tiket untuk melihatnya. Ibaratnya seperti free-to-play games di PlayStore tapi harus bayar untuk mendapatkan fitur-fitur tertentu. 😁😁

Saint Mark’s Basilica

Walaupun kemarin kita cuma melihat bagian yang gratis, hal ini sudah cukup untuk membuat kami terpana. Interior gereja ini sangatlah indah, banyak bagiannya dilapisi oleh emas asli yang begitu mengkilap dan mengagumkan. Tentunya ini adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi siapapun yang datang ke kota Venice.

Satu hal lagi, bila ingin masuk ke Saint Mark’s Basilica, kita diwajibkan untuk menitipkan tas-tas besar seperti backpack di bagian penitipan tas yang terletak disebuah gang sebelah kanan gereja. Petugas yang menjaga pintu akan memberitahu secara jelas dimana tempat yang harus dituju. Dan meskipun ramai, antrian untuk memasuki gereja ini bisa dibilang tanpa antrian, langsung masuk begitu saja dengan sangat cepat.

Grand Canal merupakan tempat selanjutnya yang kita tuju. Disini juga terdapat jembatan paling ternama di kota ini yaitu Rialto Bridge. Tentu kita bisa mengambil foto-foto dengan pemandangan yang sangat khas Venice.

Rialto Bridge

Venice Grand Canal

Tapi kalau disini terlalu ramai, banyak juga kok tempat-tempat foto lainnya yang tidak kalah ‘Venice’ dari Grand Canal. Cukup berjalan sedikit ke area sekitar, pasti akan bertemu dengan jembatan-jembatan kecil yang juga cantik seperti ini:

Sebuah kanal kecil di Venice

Untuk makan malam hari ini kita memilih tempat yang bernama Ostaria Antico Dolo. Tempat ini memiliki ukuran yang cukup kecil, dan tentu pintu masuknya pun sempit. Tapi makanan yang ditawarkan memiliki rasa yang sangat menggoyang lidah! 😁

Ostaria Antico Dolo

30 November 2017

Karena kita menginap di Pulau Murano, tentu kurang afdol kalau tidak berjalan-jalan mengelilingi pulau. Jadi, itulah yang kita lakukan pada awal hari ini.

Pulau Murano di malam hari

Awalnya, kita ingin mengunjungi Glass Museum yang terletak dibelakang hotel yang memang cukup terkenal. Namun, setelah mengetahui harga tiket masuk yang cukup mahal, niat itupun batal. 😁

Bagi yang mau, didalam museum ini kita bisa melihat sejarah pembuatan aksesoris dan berbagai hiasan kaca yang begitu cantik. Didekat museum ini juga terdapat toko yang menjual berbagai macam barang kaca yang asli dari Murano, mulai dari cincin hingga gelas. Harganya jangan tanya ya, 😁 memang termasuk mahal. Untuk membeli aksesoris yang palingΒ  murah, kita harus mengeluarkan uang €10 per itemnya.

Toko kaca Tommasi

Berikutnya, Bigoi merupakan tempat makan siang yang kami pilih. Sayangnya, kami merasa kecewa tentang tempat yang satu ini. Walaupun, murah (€5-€6 per porsi) dan terkenal, rasa pasta yang disajikan terasa standar, bahkan bisa dikatakan dibawah rata-rata. Jadi kita tidak merekomendasikan tempat ini, kecuali kalau memang mau mencari tempat makan yang super murah.

Hal yang mengecewakan lagi, sesaat sebelum tiba di Bigoi, kita sempat kecopetan dan kehilangan sebuah kacamata hitam. Copet ini cukup lihai karena memanfaatkan cuaca yang saat itu memang sedang hujan, sehingga kita sedikit kurang perhatian.

Pada sore harinya, kita menuju ke stasiun kereta Venice untuk menaiki kereta menuju Florence. Kali ini kita naik kereta Italo, dan untuk tiketnya sendiri bisa didapatkan dari website Italo maupun GoEuro secara langsung.

Gerbong kereta Italo

Snack dari Italo

Setibanya di Florence, kita langsung berjalan menuju hotel Torre dei Salterelli. Nah, disini kita kembali didekati copet! Tapi untungnya kita berhasil menghindar dari aksi mereka.

 

1 Desember 2017

Kami menghabiskan waktu satu hari di Florence, memang terlihat sebentar tapi sebenarnya ini sudah cukup untuk melihat tempat-tempat yang utama di Florence.

Pertama adalah Galileo Museum. Disini kita bisa melihat koleksi penemuan-penemuan Galileo yang dipajang bersama penemuan dari ilmuwan-ilmuwan lain. Bahkan kita bisa melihat sepotong jari Galileo yang asli! Biaya yang perlu dibayarkan untuk memasuki museum ini adalah €9 per orang. Tentunya, tempat ini sangat direkomendasikan bagi traveler yang menyukai sejarah maupun penemuan-penemuan masa lampau.

Kedua adalah Basilica di Santa Maria del Fiore yang merupakan gereja paling terkenal di Florence. Tidak ada biaya tiket untuk masuk ke gereja ini, namun kita perlu membayar bila ingin naik ke area kubah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah antrean yang sangat panjang! Kemarin kita harus mengantre selama lebih dari 30menit untuk memasuki gereja ini.

Bagian samping dari Basilica di Santa Maria del Fiore

Dan untuk makan malam hari ini kita memilih sebuah restoran yang terletak tepat didepan hotel, yaitu Buca Poldo. Restoran ini hanya buka untuk makan siang dan makan malam, jadi kalau mau datang di jam yang bukan jam makan (misal jam 4 sore) restoran ini tidak akan menerima tamu. Makanan yang disajikan semuanya terasa lezat, dan yang harus dicoba adalah house wine dari restoran ini. Dengan harga yang miring, house wine Buca Poldo memiliki rasa yang nikmat dan sangat worth it!

Buca Poldo restaurant

 

Bagi yang sudah baca, ceritanya lanjut lagi ke part 5 ya! Bagian berikutnya akan diisi dengan perjalanan kita di Pisa & Roma.

Kalau ga mau ketinggalan travel deals, reviews, maupun tips traveling lainnya, jangan luoa follow Indo Travel Deal di Facebook & Twitter, dan @indotraveldel di Instagram! 😁

You may also like...

Questions? Comments? Put 'em here!

error: To quote content, please contact site administrator.
%d bloggers like this: